Tidur Mendengkur

why-snoring-is-badMendengkur bukanlah gejala normal. Terlebih jika muncul tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus. Sebagian kasus perlu diwaspadai karena dapat menjadi petunjuk kemungkinan adanya masalah kesehatan di belakang gejala mendengkurnya. Apa sajakah penyebabnya? Mari kita membicarakannya di bawah ini.

Seiring bertambahnya usia, setengah lelaki mendengkur. Satu dari tiga wanita juga mendengkur ketika tidur begitu pula orang yang berbadan gemuk. Sesekali saja orang mendengkur selagi flu, habis minum alkohol atau minum obat tertentu. Yang pasti, mendengkur bukan sesuatu yang wajar.

Aliran napas terhalang

Mendengkur terjadi karena masuknya aliran udara pernapasan ke paru-paru terhalang. Halangan bisa berada di rongga hidung, rongga mulut atau kerongkongan. Halangan tersebut membuat terjadinya penyempitan aliran udara pernapasan yang menetap atau hanya sementara.

Penyempitan oleh adanya polip hidung, amandel atau melemahnya otot pangkal lidah, dapat berlangsung terus selama penyebabnya masih belum dikoreksi. Sedangkan dinding rongga hidung yang membengkak karena alergi atau menyempitnya pipa udara karena asma, hanya berlangsung sementara waktu.

Bila pernapasan melalui hidung terganggu, orang akan bernapas lewat mulut. Pernapasan mulut berpotensi memunculkan suara dengkur. Begitu juga kalau anak lidah (uvula) menjadi lemah dan atap mulut bagian belakang (soft palate) ototnya kendur, udara pernapasan tak lancar mengalir, sering dialami oleh usia lanjut. Udara pernapasan yang mengalami turbulensi akan menggetarkan jaringan lunak yang dilaluinya, lalu menimbulkan suara dengkur.

Posisi tidur terlentang pada mereka yang berpotensi mendengkur memperkuat munculnya dengkuran. Pada posisi demikian pangkal lidah merebah ke bawah dan anak lidah serta langit-langit rongga mulut lebih turun sehingga memudahkan terjadinya dengkuran.

Penyakit di balik mendengkur

Mendengkur yang muncul tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus perlu diwaspadai. Awal stroke bisa melemahkan otot lidah, sehingga hanya menunjukkan gejala mendengkur. Yang sama bila terjadi serangan jantung, dan penyakit jantung umumnya.

Kasus henti napas sejenak (apnea) seyogianya tidak disepelekan. Kejadian apnea akibat sumbatan jalan napas (OSA, obstructive sleep apnea) perlu mendapat perhatian lebih. Waspada bila mendengkur hebat diselingi oleh henti napas sejenak.

Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika napas terhenti saat tidur walau sejenak akan mengurangi pasokan oksigen ke jantung, selain ke otak. Amati adakah faktor risiko terserang jantung koroner, dan atau stroke. Pastikan dengan melakukan scanning jantung kalau risiko itu tak ada. Kasus silent MCI dan silent stroke nyaris tak menunjukkan gejala awal akan kemungkinan bakal munculnya kedua serangan yang bisa mematikan itu.

Orang diabetik berat cenderung mengalami serangan jantung yang silent, tak tahu kalau sudah berkali-kali jantungnya “menjerit” saat angina pectoris datang. Apabila serangan nyeri dada berulang ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada otot jantung sebelum dilakukan koreksi dengan cincin stent atau harus menjalani operasi bypass jantung. Pada kasus silent stroke, biasanya dari foto scan otak menunjukkan ada bagian otak yang sudah mengalami sumbatan, namun belum bergejala. Perlu diwaspadai, sumbatan total dapat terjadi tiba-tiba saat stroke menyerang.

Koreksi mendengkur perlu dilakukan jika terdapat risiko penyakit yang mengancam nyawa. Koreksi bedah perlu dilakukan ketika koreksi dengan memakai alat pada gigi atau hidung, selain dengan obat, tidak menunjukan perbaikan aliran udara pernapasan.***

Recent search terms:

  • habis minum mendengkur